Monday, 18 November 2013

Tentang Hati

Untuk jiwa yang masih terasing di hatiku...
Terima kasih...
Telah menanam kasih dalam indahnya rasa..
Telah menyemat doa dalam seuntai harapan..
Terima kasih pula telah menabur ikhlas dalam hambarnya cinta..

Ketika aku menelusuri teka-teki hati yang menanti,
ku dapati dirinya masih terpaku kian membisu..
Ketiku ku ketuk ruang hati yang masih terkunci,
tak bergeming meski sapaan lembut menyentuh hatinya..
Tak tau apa yang di nanti..

Ku coba meresapi keresahan yang ada,
kutunggu jawabnya dalam sebuah harapan, ku tata dalam sebuah sujud bernama istikharah,
dan ku rangkai dalam seikat bunga bernama tawakal.

Sadari ketika hati masih terkunci,
atas sebuah rasa yang kian menepi..
Terukir untuk orang yang di nanti, bukan dia yang telah membual janji,
tapi dia yang telah di janjikan-Nya...
Walau tersamar menggantung diatas sana,
yakini ini bukan fatamorgana..
Eratkan genggaman sabar dan tawakal,
dalam epicentrum penantian..

Maafkan aku...
Tak mampu memupuk cinta dalam rasa yang kau tanam..
Tak mampu merajut harapan yang kau semat..
Tak mampu pula menuang kasih dalam cinta yang kau buat..

Simpanlah rasa itu untuk dia yang tepat,
yang menanti dalam cerminan ikhlasmu, menjadi pelengkap rusukmu..
Entah itu aku atau yang lain..
Cukup tanam sabar dan ikhlas..
Pupuklah dengan doa yang kau semai..
Semua akan indah pada saat Dia menjadikannya indah,
yakinlah...

No comments:

Post a Comment