Sunday, 9 February 2014

Benih Harapan

Pertemuan pertama menyisakan kenangan...
Pertemuan kedua menyisakan kerinduan...
Namun bagiku pertemuan pertama menyisakan keduanya...
Hingga mata pun enggan melipat kelopak untuk sekedar menyandarkan lelah...

Akankah aku merasakan kembali rasa itu? Rasa yg telah lama hilang?
Mungkinkah akan kembali?
Ku harap hanya untuk dia saja Yaa Allah...
Hanya untuk orang yang akan menjadi Imam dalam hidupku...
Yang setia di sampingku menuntun langkahku meniti jalan kehidupan setelah ini...

Allahku...
Dia tak ingin menjadi orang yg bertahta di hatiku,
Dia hanya ingin menjadi orang ke sekian di hatiku..
Tentunya setelah Engkau dan Rasul-Mu..
Maka dari itu bimbing aku, Allah..
Bimbing aku ketika rinduku padanya melebihi rinduku pada-Mu..
Karena aku pun ingin demikian..
Ingin menjadi yang ke sekian di hatinya...
Setelah Engkau dan Rasul-Mu...

Allahku...
Seandainya Engkau bertanya "Apa harapan terbesarku saat ini?"
Maka bolehkah aku menjawab "Halalkan aku dengannya kelak. Izinkan aku membersamainya dalam taat. Tetapkanlah dia sebagai penyejuk hati dan pandangan. Menjadi pengingatku akan kuasa-Mu serta penguat rasa akan cintaku pada-Mu..."
Jika rasa ini benar untuknya,
Peliharalah hati ini agar senantiasa terpaut padanya...

Aku tau, Allahku...
Saat ini aku bukan orang yg pantas mendampinginya...
Namun, bolehkah aku memantaskan diriku untuk dirinya kelak?

Allahku...
Lirih ku memanggil-Mu...
Hujan pun bertasbih dalam pekat malam menyebut nama-Mu..
Sampaikan rinduku untuknya...
Dia yang Engkau takdirkan untukku...

--TikaniaN
Bandung, February 10, 2014-3:04 AM

No comments:

Post a Comment