Wednesday, 4 November 2015
Review Film The Bang Bang Club
Wednesday, 9 April 2014
Untuk Sebuah Hati
Untuk sebuah hati yang masih menunggu, menunggulah dengan senyum. Senyuman ikhlas pada siapapun yang selalu menanyakannya. Katakan pada mereka, hatiku tak akan pernah kesepian dalam setiap belaian ketetapan kasih sayang-Nya..
Untuk sebuah hati yang masih mencari, carilah dengan ikhtiar yang suci. Ikhtiar tanpa nafsu dan paksaan waktu, ikhtiar dengan harapan dan ketundukan, melangkah dalam koridor di jalan-Nya..
Untuk sebuah hati yang masih merindu, rinduilah Allah Azza Wa Jalla yang paling layak untuk dirindu. Kelak kau akan tahu, merindukan-Nya adalah penantian dan pencarian yang terindah..
Untuk hatiku & hatimu, sesungguhnya kau dan aku berada dalam genggaman-Nya, maka tak ada yang perlu dikhawatirkan selama kita bersandar kepada-Nya. Jangan pernah meragukan, apa yang sudah ada dalam ketetapan-Nya..
Hari ini kutulis surat untuk sebuah hati, berharap hati ini hanya menanti, menunggu, mencari dan merindu hanya karena-Nya..
Monday, 7 April 2014
Sebait Tembang Indah di Balik Musibah
Mengajak bumi yang diam jadi begoyang,
Mengajak laut yang tenang jadi bergelombang,
Mengajak gunung yang sunyi meriah bak kembang api..
Musibah mengajarkan kita tentang sabar dan tabah,
Menguatkan jiwa yang lemah,
Menyadarkan hati yang salah,
Menggugurkan angkuh,
Mengubur keluh,
Mencukur kufur,
Membangkitkan syukur..
Musibah adalah saudara tua,
Yang menasehati ketika salah,
Mengingatkan ketika lupa,
Meluruskan ketika tak searah..
Kini tak perlu lagi ada tangis menghujan tanpa henti,
Menganak sungaikan kepedihan demi kepedihan menyayat hati,
Karena disana: diantara batas hidup dan mati..
Halaman demi halaman takdir masih menanti,
Berkejaran menggerogoti hari,menunggu takdir lain berganti.
Harapan-harapan itu menanti di ambang cita dan impian,
Di depan gerbang masa depan yang tertulis indah dengan tinta keemasan,
Maka tak ada alasan untuk bertahan..
Melangkahlah dengan sempurna..
Tinggalkan saja air mata tiada guna,
karena hidup bukan untuk berkejaran dengan kesedihan melainkan menunaikan sebuah harapan...
Sebait Tembang Indah di Balik Musibah...
karena sesungguhnya sesudah kesulitan ada kemudahan...
Monday, 31 March 2014
Diantara Hujan
Wednesday, 26 March 2014
Sahabat Kecilku, Uhibbuki Fillah...
Entah, rinduku tak mampu terbendung kala sapanya menyentuh jiwa, sahabat kecilku...
Mengenang kisah kita adalah upayaku kala rindu melimpahiku..
Mendokanmu adalah mendekapmu dalam jarak..
Terekam kala kebersamaan betahta dalam jiwa..
Mengiringi langkah kita..
Sampai tiba satu hari,
Ketika takdir memaksa kita berjauhan..
Berlepas jemari yang sempat menyatu..
Meski demikian, kita berjalan menuju yang satu..
Entah kapan Allah izinkan ku menyapamu kembali..
Dalam dekap hangat ketulusanmu..
Berharap takdir menuntun kita kembali, mendaki puncak asa yang sempat kita lupakan, kebersamaan dalam keabadian, hingga panggilan-Nya saja yang dapat memisahkan kita...
Sedikitpun aku tak pernah lupa semua tentang kita, tentang kebersamaan kita, tentang perjuangan kita, tentang dokumen kecil yang pernah aku titipkan padamu. Sungguh, tak mampu aku menahan sesak di dada ketika ku tahu kau masih menyimpan dokumen kecil itu. Syukron jazakillaah sahabat kecilku, sampai saat ini engkau masih terlukis indah di kanvas jiwaku, sedikitpun aku tak pernah melupakan semua tentang kita.
Yang ku yakini persahabatan tak berbatas ruang tak berdinding jarak. Semoga ukhuwah ini tetap terjaga, sahabat terbaikku. Sungguh, aku merindukan kebersamaan kita, seperti dulu...
Uhibbuki fillaah...
Friday, 21 March 2014
Jurang Asa
Melekat dalam ingatan hingga terkadang menari indah dalam benak..
Entah...semisteri inikah perasaanku?
Dan aku menikmatinya...
Terkadang menjadi obsesi atau mimpi belaka..
Meski terasa sulit menerka hati yang selalu menjadi teka-teki...
Kadang kala hatiku meringis perih kala asa tak berbalas..
Kadang pula tersenyum saat sabar menjadi hikmah yang mengalir dari ketidakberbalasan..
Ketika upaya menutup hati tah berbuah manis, maka dengan tersenyum memandangmu menguatkanku lebih dari itu...
Sampai saat pena ini berhenti mendarat, kakiku masih bersimpuh tak mampu meraih atau sekedar mengetuk pintu hatimu...
Kau...
Berdinding jarak, berbatas ruang dan waktu...
Seandainya aku mampu berkata, dapatkah sedikit kau putar bola matamu? Lihatlah aku! Menantimu dalam diam, tak kuasa mereka atau sekedar melihat harapan tersimpul di wajahmu..
Aku masih disini, bertahan dalam penantian..
Entah sampai kapan,
Dan aku menikmatinya...
Meski semu terekam jelas...
Aku...
Terjatuh dalam jurang asa tiada berujung..
Semakin dalam aku tenggelam, aku bertahan...
Dan aku menikmatinya...
Sunday, 9 February 2014
Benih Harapan
Pertemuan pertama menyisakan kenangan...
Pertemuan kedua menyisakan kerinduan...
Namun bagiku pertemuan pertama menyisakan keduanya...
Hingga mata pun enggan melipat kelopak untuk sekedar menyandarkan lelah...
Akankah aku merasakan kembali rasa itu? Rasa yg telah lama hilang?
Mungkinkah akan kembali?
Ku harap hanya untuk dia saja Yaa Allah...
Hanya untuk orang yang akan menjadi Imam dalam hidupku...
Yang setia di sampingku menuntun langkahku meniti jalan kehidupan setelah ini...
Allahku...
Dia tak ingin menjadi orang yg bertahta di hatiku,
Dia hanya ingin menjadi orang ke sekian di hatiku..
Tentunya setelah Engkau dan Rasul-Mu..
Maka dari itu bimbing aku, Allah..
Bimbing aku ketika rinduku padanya melebihi rinduku pada-Mu..
Karena aku pun ingin demikian..
Ingin menjadi yang ke sekian di hatinya...
Setelah Engkau dan Rasul-Mu...
Allahku...
Seandainya Engkau bertanya "Apa harapan terbesarku saat ini?"
Maka bolehkah aku menjawab "Halalkan aku dengannya kelak. Izinkan aku membersamainya dalam taat. Tetapkanlah dia sebagai penyejuk hati dan pandangan. Menjadi pengingatku akan kuasa-Mu serta penguat rasa akan cintaku pada-Mu..."
Jika rasa ini benar untuknya,
Peliharalah hati ini agar senantiasa terpaut padanya...
Aku tau, Allahku...
Saat ini aku bukan orang yg pantas mendampinginya...
Namun, bolehkah aku memantaskan diriku untuk dirinya kelak?
Allahku...
Lirih ku memanggil-Mu...
Hujan pun bertasbih dalam pekat malam menyebut nama-Mu..
Sampaikan rinduku untuknya...
Dia yang Engkau takdirkan untukku...
--TikaniaN
Bandung, February 10, 2014-3:04 AM